aku sudah menceritakan semuanya, kebohonganku, ketulusanku, rasa sesakku, dan kenyamanan tak terhinggaku saat aku menjalaninya denganmu. aku masih rela untuk setiap malam berbicara sendirian di telpon, hal yang kamu sebut memfikabobokan, lalu aku mematikan telpon saat kamu sudah tertidur. aku masih rela mengantri berebut tiket bus untukmu, agar kamu dapat pulang tepat waktu. aku masih rela menunggumu berjam-jam di terminal, saat menjemputmu kembali. aku masih rela memakan masakanmu, makanan kesukaanmu, menyukai warna favoritmu, menyenangi semua hal yang kamu sukai. dan aku masih rela menyebut namamu di setiap doaku. aku masih ingin menjadi lebahmu, lebah yang membuatkan madu, bukan menyengatmu. aku rela melakukan itu semua, ikhlas, tulus, aku melakukannya karena rasa sayang yang bahkan dosen kitapun tidak akan sanggup mendefinisaknnya dengan kalimat. aku tidak takut dicerca orang lain, aku tidak takut dijauhi mereka, aku tidak takut. tapi aku takut kehilanganmu, sangat takut, takut. aku menyayangimu di setiap detik dalam tahun-tahun yang kita lewati, tulus. jika ini karena salahku, aku memohon maaf, aku hanya ingin mendapat kesempatan untuk membuktikan bahwa aku telah berubah, bahwa aku hanya ingin membahagiakanmu semampuku, ingin terus bersamamu, sekarang, dan, selamanya. aku sayang kamu, vhe. kalau kamu mungkin baca tulisan ini, sms aku, aku kangen kamu, tuhan tau perasaanku, alam tau air mata yang setiap malam aku lepaskan untuk mengingatmu. aku sayang kamu. aku hanya ingin mendapat kesempatan. hubungi aku saat kesempatan itu ada.
-bee-About Me
15.7.12
Give Me Another Chance
Diucapkan dengan tulisan oleh Hasby S. Masyhuri di 7/15/2012 02:24:00 AM 0 Komentar
Label: Sisa Senyum Untukmu
31.1.12
Selamat pagi, lovhely vhe. Maaf, sepagi ini aku mencintaimu, dan membenci keadaan.
selamat pagi, lovhely.
apa yang membuatku menulis surat sepagi ini ? ya, rasa rindu.
apakah itu berguna ? entahlah, yang ku tahu kejadian kemarin merubah semuanya.
kita putus, hal kedua yang ingin aku hindari selain masuk neraka.
aku mencintaimu, kamu pun ya. tapi orang tua mu, beliau.. ah sudahlah, tidak baik menjudge orang tua, bagaimanapun aku jyuga mencintai orang tua mu, kecuali larangannya kepadamu tentunya.
entah apalagi yang bisa aku pikirkan, yang bisa aku lakukan, ah maaf, aku sudah mengatakannya berkali-kali ya ? maaf.
tapi begitulah vhe, semua benar-benar terjadi, tidak ada lagi pelukan menenangkan, tidak ada lagi ciuman menghangatkan, aku akan rindu itu semua.
aku masih ingat, bagaimana aku bercerita tentang mimpiku padamu, kuliah cepat lulus-kerja mapan-melamarmu, aku tidak akan lupa itu, tapi sampai paragraf ini ku ketik pun aku masih belum bisa bangkit, belum bisa kembali untuk bertahan, aku benar-benar jatuh sampai tiarap.
orang tuamu melarang untuk pacaran, dan kita sudah ketahuan, apa yang bisa aku lakukan ? selama ini itulah yang mengganggu pikiranku, i can't stop thinking about that, selalu memikirkannya, selalu takut saat itu tiba, dan sekarang dia datang, datang di saat kita sedang saling sangat senang, saat kata "kangen" tidak berhenti keluar dari hati kita.
lovhely vhe, setiap ada masalah apapun yang aku ingat adalah kamu, pelukanmu, senyum kamu, dan itu membuatku tenang dan bisa bangkit untuk menghadapinya. lalu juga saat ada masalah tentang kita, aku tidak peduli siapa yang salah, aku atau kamu atau mungkin orang lain, aku akan tetap melakukan apapun agar kita baikan, tapi sekarang ? masalah yang benar-benar tidak bisa aku selesaikan dengan hal-hal yang bisa aku lakukan, setiap ingat pelukanmu aku akan semakin rindu, setiap aku ingat senyum kamu aku akan semakin kangen. aku tidak berhenti mengutuk keadaan.
suatu malam aku tidur dengan dengungan suara & tawa khas kamu, saat bangun paginya aku masih bisa mendengar gemanya. sekarang ? aku tidak tahu apakah aku ingin terus bangun saja, atau terus tidur saja, aku tidak tahu apa yang harus dilakukan, aku merasa tidak punya pondasi untuk berpikir jernih, aku seperti mati dalam hidup.
maaf sudah membuat keadaan seperti ini, maaf membuatmu dimarahi, maaf membuatmu sedih, maaf, maaf.
seandainya ada kesempatan, yang ingin aku lakukan adalah menemui orang tuamu dan meminta maaf, aku tidak ingin beliau memarahi & menyalahkanmu, karena aku sayang kamu, satu tetes air mata kamu jatuh karena sedih maka aku akan sulit memaafkan diriku sendiri yang tidak bisa menjaga keceriaanmu.
aku ingin meminta maaf kepada orang tuamu, aku ingin meminta maaf.
Diucapkan dengan tulisan oleh Hasby S. Masyhuri di 1/31/2012 01:12:00 AM 0 Komentar
Label: Sisa Senyum Untukmu

